Penangkapan Pangeran Diponegoro

RadenSaleh_1358230656websize

Raden Saleh
Penangkapan Pangeran Diponegoro (1857)
Lukisan
Cat minyak di atas kanvas
111 cm x 187 cm

DIPILIH OLEH
Melisa Angela (l. 1981) adalah direktur operasional Indonesian Visual Art Archive. Ia adalah lulusan dari jurusan Kriya Keramik, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta (2001 – 2008).

ALASAN PEMILIHAN
Seandainya teori tentang kepala besar orang-orang Belanda di dalam lukisan ini benar, maka saya kira lukisan ini adalah karya seni rupa paling awal yang mengandung unsur kritik sosial. Kritik yang sangat berani, simbolis, tersembunyi, dan sangat cerdas terhadap Hindia Belanda, oleh seorang pribumi yang dididik dan dibiayai oleh Hindia Belanda. Raden Saleh bisa dianggap sebagai perwakilan seniman pribumi yang menguasai teknik seni rupa modern dengan sangat mumpuni, bahkan diakui di Eropa pada saat itu.

KARYA LAIN PILIHAN Melisa Angela
Makanan Tidak Mengenal Ras, Barli dan Affandi

>>> >>> >>>

DIPILIH OLEH
Heri Dono (l. 1960) adalah perupa yang kerap mengelola beragam citra dan konsep wayang ke dalam karya-karya kinetik yang instalatif. Pada 1980 – 1987, ia menempuh pendidikan seni lukis di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI, sekarang Institut Seni Indonesia – Yogyakarta).

ALASAN PEMILIHAN
Orang kadang-kadang bilang Raden Saleh tidak nasionalis. Lukisan ini sangat penting untuk melihat bahwa ada semacam pemberontakan dalam diri Raden Saleh bahwa ada kolonialisme. Sebab, kalau dia mengerti tentang Revolusi Perancis, artinya, dia mengerti bahwa itu adalah perang antara kulit putih dengan kulit putih. Tetapi, di Pulau Jawa ini, orang banyak yang tidak tahu kalau orang kulit putih bukan hanya orang Belanda saja (mentang-mentang kita menyebutnya londo).

KARYA LAIN PILIHAN Heri Dono
5 Jurus, Pilih Rose atau Partai

(Foto milik Indonesian Visual Art Archive.)

Advertisements